Dunia Warnet

Latest Post

Best Event Online Gaming On Indonesia !

RAFLY NET COMPETITION 2017

RAFLY NET COMPETITION 2017

Segera daftarkan Team kalian untuk mengikuti pertandingan game online Pointblank yang di dukung oleh Garena PB E-Sports Indonesia Dan RAFLY NET  !

Dapatkan hadiah senilai Rp. 2.700.000,- Untuk Juara 1 2 3 4 !!!

Informasi Pendaftaran silahkan hubungi
SUGIANTO
No : 081355397433
WA : 08114219973
Hadiah Juara 1 2 3 4 Regular :
     Juara 1 Senilai Rp.1.200.000, + Cash Rp 400.000, -
     Juara 2 Senilai Rp.750.000, + Cash Rp 200.000, -
     Juara 3 Senilai Rp.500.000, Cash Rp 100.000, -
     Juara 4 Senilai Rp.250.000, Cash Rp 50.000, -
Time Schedule Pointblank Competition 2017 :

Booting Dan Startup
Windows berjalan sangat lambat adalah masalah klasik yang dihadapi banyak pengguna windows. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, tentu saja bukan install windowsnya bro ..
Sebelumnya ini sangat penting sekali yaitu : BACKUP REGISTRY Windows anda. Supaya jika terjadi kesalahan, kita dapat mengembalikan ke pengaturan sebelumnya. Cara backup registry adalah Masuklah ke registry dengan cara : dari start > run > ketik regedit.Pada jendela regedit, klik kanan My Computer > export > pilih directory tempat menyimpan > beri nama file backup dan klik save. Selesai. Untuk mengembalikan registry, klik ganda file backup registry yang telah dibuat atau import dari registry editor.

Cara-cara optimalisasi booting dan startup windows :

1. Kurangi beban startup.
Apabila banyak program yang berjalan pada saat startup, maka akan dibutuhkan banyak waktu pula bagi windows untuk menjalankan program tersebut. Oleh karena itu sebaiknya matikan program yang dianggap tidak perlu untuk startup. Caranya mulai dari start > run > ketik " msconfig " (tanpa tanda kutip) > enter. Pada jendela system configuration utility pastikan tab startup dipilih. Hilangkan tanda chek (V) pada program yang ingin didisable. Klik OK. dan Restart Komputer.
2. Matikan layanan yang tidak diperlukan
    • Klik start > run > ketik services.msc > klik OK
    • Setelah muncul jendela services, klik kanan program yang akan diubah pengaturannya, lalu   klik [Properties]. Sebelum merubah pengaturan, baca dulu keterangan ang ada pada description untuk mengetahui status program tersebut dibutuhkan atau tidak. Untuk mengetahui hubungannya dengan program lain klik [Dependencies].
    • Klik kolom startup types sehingga muncul 3 pilihan [Automatic], [Manual], dan [Disabled]. Pilih sesuai kebutuhan.
    • Perlu diketahui ada beberapa program yang secara default dibutuhkan system. Seperti Event Log, Plug and Play, Remote Procedure Call (RPC), Windows Audio, dan Windows Management. Oleh karenanya jangan dirubah.
    • Restart komputer. Untuk menghindari kesalahan, sebelum mengubah setting program, simpan dulu pengaturan standartnya. Caranya adalah klik [View] > [Add/Remove Columns Remove Description] > [status] > [Log On As] klik OK Ini dilakukan agar file *.txt yang disimpan tidak terlalu ruwet. Mengekspor daftar layanan dari menu [Action] > [Export list]. Simpan dalam file services.txt. Jika sewaktu-waktu ingin mengembalikan seperti semula tinggal melihat file services.txt yang telah disimpan
    3. Aktifkan Fitur Hibernate.
    Klik [Start] > [Control Panel] > [Power Options], Klik tab [Hibernate] kemudian tandai checkbox [Enable Hibernation]. Klik OK.

    3.Hapus / kosongkan prefetch.
    Masuk ke C:\Windows\Prefetch. Pilih semua file dengan [Ctrl] + [A], kemudian tekan delete. Klik Yes.

    5. Optimalkan Boot Disk.
    • Masuk ke Registry Editor
    • Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction. Pada string value [enable] ganti valuenya menjadi Y. tutup registry dan restart.









    Persyaratan Warnet System Diskless
    Sebelum warnet anda menggunakan system diskless,Perhatikan Syarat hardware dan Software untuk menerapkan system diskles di warnet,

    Hardware yang sesuai merupakan hal yang paling penting untuk menjalankan system diskless :
    • 1. Komputer
    • 2. Networking
    Software
    Banyak sekali program atau aplikasi untuk system diskless warnet, diantaranya
    • 1, Cyberindo
    • 2, Ccboot
    • 3, Gacape
    • 4, Isharedisk
    • 5. dan masih banyak yang lainnya, Tinggal menentukan program mana yang cocok untuk     warnet anda.
    Berikut beberapa cara mengetahui hardware komputer untuk memenuhi syarat warnet diskless :
    1. Komputer
    Untuk Komputer yang sesuai dan cocok untuk menjalankan program diskless yang harus di perhatikan adalah terdapatnya LAN Bootroom untuk menjalankan OS, program, aplikasi, Game pada komputer tersebut, 
    anda bisa mengetahuinya melalui BIOS Motherboard, apakah sudah Suport Bootroom atau belum, jika Motherboard sudah mendukung LAN bootroom sudah di pastikan komputer tersebut bisa di gunakan untuk program diskless,  
    Periksa juga LAN pada motherboard komputer anda, berapa kecepatan data yang terdapat pada komputer anda, berkecepatan 10/100 atau 100/1000, untuk menjalankan program diskless recomended nya LAN berkecepatan 100/1000 ( gigabit ), jika masih berkecepatan 10/100 maka akan terasa lambat ketika proses Booting OS pada komputer tersebut. 
    Untuk Drive Server di recomendasikan menggunakan SSD, dikarna SSD lebih cepat dibandingkan Hardisk biasa, Gunakan ram secukupnya, minimal 8Gb ( walau sebenarnya 4Gb juga bisa )
    2. Networking
    Gunakannlah Switch atau Hub dengan kecepatan 100/1000 ( gigabit port ), pilihlah Switch atau Hub Unmanage, begitupula dengan kabel LAN sudah suport atau berkecepatan 100/1000, untuk kabel lan yang sudah suport kecepatan 100/1000 adalag kabel lan cat5e dan kabel lan cat6. 
    Jika kecepatan data yang terdapat pada komputer dan alat networking sudah 100/1000 ( gigabit ), dan Motherboard sudah mendukung LAN Bootroom, maka di pastikan program diskless akan berjalan dengan lancar. 
    Untuk Software semua menurut saya sama, perbedaan hanya cara dan menu menggunakannya, semua kembali kepada anda, program diskless apa yang anda sukai,
    Itulah beberapa persyaratan Hardware dan Software untuk warnet system diskless,
    Semoga dapat sedikit membantu anda yang berminat menggunakan system diskless untuk warnet.

    Optimalkan Kinerja Windows
    Jangan lupa untuk backup registry anda sebelum menerapkan tips ini. Cara backup adalah bisa dilihat pada postingan saya yang terdahulu atau bisa diklik dibackup registry. Optimasi system windows ini berguna untuk menambah kecepatan windows dalam melaksanakan tugasnya sebagai operating system.

    1. Membersihkan Memori dari File DLL.
    DLL (Dynamic Link Library) berfungsi sebagai tempat informasi atau bisa dibilang perpustakaan bagi program-program windows. Informasi ini biasanya diletakkan pada memori dengan maksud agar program yang sedang berjalan apabila membutuhkan informasi bisa mengakses lebih cepat daripada informasi ini disimpan dalam harddisk. Tetapi sangat disayangkan, seringkali file DLL ini tidak dibuang walau sudah tidak dibutuhkan lagi, sehingga terjadi penumpukan file DLL di memori yang dapat memperlambat kinerja komputer. Berikut tips untuk membersihkan memori dari file DLL :

    • Masuk ke registry editor.
    • Langsung cari saja bagian ini : HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer.
    • Buat sub key baru dibawah explorer dengan cara klik [edit] > [new] > [Key].
    • Beri nama sub key tersebut dengan : AlwaysUnloadDLL.
    • Klik ganda [Default], kemudian isikan value tersebut dengan nilai 1.
    • Keluar dari regedit, dan restart komputer anda

    2. Matikan fungsi animasi

    • Masuklah ke regedit dan langsung saja menuju ke : HKEY_CURRENT_USER\ControlPanel\Desktop\WindowMetrics.
    • Klik ganda string [MinAnimated] dan ubah valuenya menjadi 0.
    • Klik OK, dan restart komputer anda.

    3. Memperbesar daya tampung Cache NTFS
    Perlu diingat bahwa trik ini hanya untuk file system NTFS.
    Cache berfungsi untuk menampung segala informasi mengenai file dalam sebuah folder. Ketika folder dibuka, windows akan mengumpulkan informasi dalam folder tersebut kedalam sebuah file cache. Semakin besar daya tampung cache tersebut akan berpengaruh semakin cepat folder tersebut dibuka, karena tidak perlu membaca isi file yang terdapat dalam folder yang sama.

    Untuk itu lakukan langkah berikut :

    • Masuk ke regedit, langsung menuju : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\FileSystem
    • Dibagian kanan windows, klik kanan, pilih [New] > [DWORD Value].
    • Berinama DWROD Value tadi dengan nama [NtfsMftZone Reservation], kemudian pilih [modify] dan isikan value data dengan nilai 2.
    • klik OK dan restart komputer.


    Cara Delete Log Mikrotik dari Terminal
    Log mikrotik sepertinya terlihat sepele bagi pengguna mikrotik, tapi kadang kala harus diperhatikan apalagi jika pengguna memanfaatkan RB Mikrotik dengan resouce yang lumayan kecil semisal RB-941, 750 dan setaranya, maka log perlu dihapus untuk melonggarkan memory yang ada didalam resouce RB kita, lihat memory (resource) bisa anda perhatikan stepnya seperti gambar dibawah :
    Nah jika sudah kita cek dan ternyata free memory kita low, mungkin akan memaksa kinerja cpu yang bisa menyebabkan over load. ada bagusnya kita segera melakukan penghapusan log pada mikrotik. cara sederhana ini kita lakukan via terminal sebagai berikut dibawah :
    /system logging action set memory memory-lines=1
    Perintah diatas akan mengalokasikan 1 baris untuk file log, sehingga akan menghapus log yang sebelumnya. Setelah di hapus, selanjutnya ketikan perintah dibawah untuk mengembalikan alokasi seperti semula
    /system logging action set memory memory-lines=100
    Nah, selesai langkah-langkahnya.

    Source/Reference :
    - http://mikrotik.co.id

    Penjelasan Queue Tree & PCQ
    Pengaturan dan managemen Bandwidth di Mikrotik tidak dapat lepas dari fitur Queue. Ada dua jenis Queue yang dapat digunakan di Mikrotik, yaitu Simple Queue dan Queue Tree.

    Nah, kali ini kita akan membahas Penjelasan Queue Tree & PCQ (Per Connection Queue) serta Penerapannya di Mikrotik.

    Queue Tree 
    Queue Tree berfungsi untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.

    Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik.

    Beberapa Perbedaan Simple Queue dan Queue Tree :

    1. Queue Simple
    • Memiliki aturan urutan yang sangat ketat, antrian diproses mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah.
    • Mengatur aliran paket secara bidirectional (dua arah).
    • Mampu membatasi trafik berdasarkan alamat IP.
    • Satu antrian mampu membatasi trafik dua arah sekaligus (upload/download).
    • Jika menggunakan Queue Simple dan Queue Tree secara bersama-sama, Queue Simple akan diproses lebih dulu dibandingkan Queue Tree.
    • Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan merata.
    • Bisa menerapkan antrian yang ditandai melalui paket di /firewall mangle.
    • Mampu membagi bandwidth secara fixed.
    • Sesuai namanya, pengaturannya sangat sederhana dan cenderung statis, sangat cocok untuk admin yang tidak mau ribet dengan traffic control di /firewall mangle.

    2. Queue Tree
    • Tidak memiliki urutan, setiap antrian akan diproses secara bersama-sama.
    • Mengatur aliran paket secara directional (satu arah)
    • Membutuhkan pengaturan /firewall mangle untuk membatasi trafik per IP.
    • Membutuhkan pengaturan /firewall mangle terlebih dahulu untuk membedakan trafik download dan upload.
    • Dinomorduakan setelah Queue Simple.
    • Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan merata.
    • Pengaturan antrian murni melalui paket yang ditandai di /firewall mangle.
    • Mampu membagi bandwidth secara fixed.
    • Lebih fleksibel dan butuh pemahaman yang baik di /firewall mangle khususnya tentang traffic control.
    Penjelasan beberapa argumen di Queue Tree :

    1. Parent : berguna untuk menentukan apakah queue yang dipilih bertugas sebagai child queue Ada     beberapa pilihan default di parent queue tree yang biasanya digunakan untuk induk queue: - Global-in :
    • Global-in :
    Mewakili semua input interface pada umumnya. Maksudnya disini interface yang menerima input data/trafik sebelum difilter seperti trafik upload
    •  Global-out :
    Mewakili semua output interface pada umumnya. Maksudnya disini interface yang mengeluarkan output data/trafik yang sudah difilter seperti trafik download
    • Global-total :
    Mewakili semua input dan output interface secara bersama, dengan kata lain merupakan penyatuan dari global-in dan global-out.                                  
    •  interface name: ex: lan atau wan :
    Mewakili salah satu interface keluar. Maksudnya disini hanya trafik yang keluar dari interface ini yang akan diqueue.
    2. Packet Mark : Digunakan untuk menandai paket yang sudah ditandai di /ip firewall mangle.

    3. Priority ( 1 s/d 8) : Digunakan untuk memprioritaskan child queue dari child queue lainnya. Priority tidak bekerja pada induk queue. Child Queue yang mempunyai priority satu (1) akan mencapai limit-at lebih dulu dari pada child queue yang berpriority (2).

    4. Queue Type : Digunakan untuk memilih type queue yang bisa dibuat secara khusus dibagian queue types
    • Limit At : Bandwidth minimal yang diperoleh oleh target/ip yang diqueue
    • Max Limit : Bandwidth maksimal yang bisa dicapai oleh target/ip yang diqueue.
    • Burst limit : Bandwidth maksimal yang bisa dicapai oleh target/ip yang diqueue ketika burst sedang aktif
    • Burst time : Periode waktu dalam detik, dimana  data Rate rata-rata dikalkulasikan.
    • Burst Threshold : Digunakan ketika data Rate dibawah nilai burst threshold maka burst diperbolehkan.Ketika data Rate sama dengan nilai burst threshold burst dilarang. Untuk mengoptimalkan burst nilai burst threshold harus diatas nilai Limit At dan dibawah nilai Max Limit.
    PCQ (Per Connection Queuing) 
    Digunakan untuk mengenali arah arus dan digunakan karena dapat membagai bandwidth secara adil, merata dan masif. PCQ pada mikrotik digunakan bersamaan dengan fitur Queue, baik Simple Queue maupun Queue Tree.

    Untuk lebih mudah memahami konsep PCQ, silakan simak analogi berikut ini :
    Saya punya 20 PC yang akan saya bagikan bandwidth maksimal 2 Mb dan bandwidth minimal tiap PC 256 kb. Jika hanya satu PC saya yang online maka dia akan dapat BW max 2 Mb, namun jika ada dua PC yang online BW dibagi 2, dan seterusnya hingga 20 dengan pembagian bandwidth yang merata. 

    Nah, untuk membuat konfigurasi seperti ini, saya harus membuat 1 rule parent Queue dan 20 rule child Queue untuk tiap client. Untuk kondisi sekarang yang hanya 20 PC it's ok, ga masalah. Namun bayangkan jika PC nya ada 100? 200? Gimana kalau yang saya kelola adalah jaringan WiFi Hotspot dengan client yg ga tentu jumlah nya? Apa iya saya harus membuat ratusan rule untuk tiap client? Capek dongg..

    Oleh karena itu, saya dapat gunakan fitur PCQ ini untuk melakukan manajemen bandwidth secara massive kepada semua client secara besar-besaran. Dengan menggunakan PCQ ini, walaupun jumlah client tidak tentu dan sangat banyak, kita hanya perlu membuat satu atau dua konfigurasi Queue. 


    Tool IP Scan pada Mikrotik berfungsi untuk melakukan scanning (pemindaian) perangkat jaringan yang berbasis IP pada Mikrotik. Tool IP Scan ini mampu melakukan scan pada network dengan berberapa cara, yakni dengan menggunakan IP Prefix, IP Range, maupun berdasarkan Interface nya. 

    Contoh kasus, saya punya banyak perangkat yang terhubung ke jaringan, tapi saya gak tau perangkat mana saja yang online. Saya juga gak tau IP berapa saja yang masih online. Masa iya harus ping IP address nya satu per satu biar tau perangkat nya online apa tidak, capek deh..

    Nah, untuk mengetahuinya, saya bisa gunakan Tool IP Scan untuk melakukan scan IP pada network. Hasilnya akan diketahui IP berapa saja yang online beserta perangkat nya (berdasarkan SNMP name dan Netbios name). 

    Pusing ya? Langsung praktek aja yuk biar paham.h lainnya regex pattern.
    1. Silakan login ke Mikrotik mengunakan Winbox Mikrotik
    2. Masuk ke menu Tools --> IP Scan
    3. Ada 2 opsi yang bisa kita gunakan untuk melakukan scan, yaitu berdasarkan Interface dan/atau IP address.
    4. Berikut contoh penggunaan IP Scan dengan scanning via Interface ether5-Local
      Cara Menggunakan Tool IP Scan pada Mikrotik
      IP Scan dengan scanning via Interface
    5. Berikut contoh penggunaan IP Scan dengan scanning via IP address prefix : 192.168.1.0/24
      Cara Menggunakan Tool IP Scan pada Mikrotik
      IP Scan dengan scanning via IP address prefix

    MKRdezign

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget