Dunia Warnet

Articles by "Teknologi"

Peluncuran iPhone 8 – Apple memang dikabarkan akan segera merilis varian terbaru perangkat iPhone miliknya. Berbagai rumor tentang perangkat ini pun ramai diperbincangkan. Salah satu yang sangat menarik adalah kabar mengenai desain yang akan dibawa oleh perangkat tersebut. Kabarnya, iPhone 8 akan hadir tanpa menggunakan bingkai pada layarnya. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi ataupun bukti konkret mengenai kabar tersebut.

Benarkah iPhone 8 Hadir Tanpa Bingkai?


Namun, rupanya sebuah bukti mengenai desain layar iPhone 8 yang hadir tanpa bingkai tersebut kabarnya ditemukan oleh dua orang developer. Keduanya dikabarkan menemukan firmware pre-release dari speaker pintar Homepad. Entah disengaja atau tidak, Apple memang telah merilis firmware HomePod. Padahal, speaker tersebut baru dirilis pada Desember mendatang.

Perlu diketahui Homepad merupakan sebuah speaker pinter milik Apple yang memiliki fungsi layaknya Google Home. Homepad sendiri disinyalir akan mendukung iOS 11, yang kabarnya termasuk iPhone 8 di dalamnya. Dalam daftar dukungan tersebut, ada dua nama kode yang asing terdengar, yakni D22 dan PearlID.[ads-post]Dua developer tersebut, Steve Troughton-Smith dan Guilherme Rambo, kemudian menduga bahwa D22 adalah nama kode dari iPhone 8. Sementara itu, PearlID merupakan nama kode dari teknologi baru pengenal wajah.

Berdasarkan informasi yang Begawei dapatkan dari sebuah situs ArsTechnica mengungkapkan jika Guilherme Rambo menemukan sebuah icon ponsel baru dari firmware baru tersebut. Pada icon tersebut memperlihatkan smartphone dengan desain bezel-less. Berdasarkan rumor yang berkembang selama ini, Guilherme Rambo meyakini bahwa icon D22 melambangkan iPhone 8. Selain itu juga, menurutnya, icon tersebut memperlihatkan desain akhir dai iPhone 8.

Di sisi lain, selain akan merilis iPhone 8 dalam waktu dekat, Apple juga dikabarkan akan meluncurkan varian terbaru dari jajaran iPhone 7 yakni iPhone 7S dan iPhone 7S Plus. Meskipun demikian rumor dan informasi mengenai bocoran kedua perangkat tersebut masih belum banyak beredar. Yang pasti, sepertinya Apple memang bakal merilis iPhone 8 dalam sebuah acara di bulan September mendatang. Namun ketersediaannya akan tertunda dan tidak langsung di pasarkan secara umum.

Samsung secara resmi telah mengumumkan sebuah Bluetooth headphone terbaru dengan seri Samsung U Flex. Bluetooth headphone Samsung U Flex ini hadir dengan earbud yang bersambung dan neck-holder yang nyaman. Menariknya, bluetooth headphone Samsung U Flex ini juga hadir dengan tombol untuk aktivasi Bixby.
 Samsung Kenalkan Wireless Headphone U Flex

Sepertinya Bluetooth headphone Samsung U Flex ini merupakan bluetooth headphone yang mempunyai sisi portable dan kualitas suara yang imbang. Neck-holder yang menghubungkan kedua earphone pad Bluetooth headphone Samsung U Flex ini diklaim dapat ditekuk hingga 100 derajat sehingga headphone ini terbilang sangat fleksibel dan sangat mudah disimpan dalam tas atau kantong.[ads-post]Setiap earphone pada Bluetooth headphone Samsung U Flex ini dilengkapi dengan magnet sehingga ketika tidak digunakan kedua earphone ini dapat menempel satu sama lain. Pada setiap earphone memiliki 11mm woofer dan 8mm tweeter untuk menghasilkan kualitas suara yang baik. Tombol control dapat ditemukan pada dibagian ujung neck-holder. Selain itu terdapat pula tombol Bixby yang sepertinya juga akan kompatibel dengan Google Assistant.
Samsung Kenalkan Wireless Headphone U Flex
Samsung masih belum memberikan informasinya terkait ketersediaan dan harga dari Bluetooth headphone Samsung U Flex ini. Namun kemungkinan besar Bluetooth headphone Samsung U Flex ini akan diumumkan pada saat ajang IFA tahun ini di Berlin.

Mengikuti tren yang tengah terjadi di industri game saat ini, Valve akhirnya mengumumkan proyek game terbaru mereka di ajang The International 2017 kemarin. Bukan Half-lIfe 3, Left for Dead 3, atau Portal 3, melainkan sebuah game pertarungan kartu yang akan berbasiskan semesta DOTA 2 – Artifact. Detail pertama. memang sudah mengemuka dan menyebutkan bentuk gameplay yang akan mewakili beragam mekanik dasar yang selama ini mendefinisikan DOTA 2. Tiga buah lane, sistem 5 hero, hingga kehadiran Creep di setiap pergantian giliran permainan. Namun ada satu hal lagi yang menarik dari kehadiran Artifact ini – Lore.

Valve Akan Buka Lebih Banyak Lore DOTA 2 via Artifact

Seperti yang kita tahu, lore atau cerita mungkin adalah salah satu kelemahan terbesar DOTA 2. Tidak pernah ada penjelasan eksplisit dan definitif soal  semesta DOTA 2,[ads-post]motivasi karakter yang menyentuh angka lebih dari 100 ini untuk bertarung, hingga dunia-dunia yang terlibat dalam pertarungan Ancient itu sendiri.
Berita baiknya? Valve berencana untuk menawarkan lebih banyak Lore tersebut di Artifact nanti. Hal ini disampaikan oleh penulis cerita baru Valve yang sempat bekerja di Volition cukup lama – Steve Jaros dalam akun Twitter resminya. Jaros menyebut bahwa ia akan memuat begitu banyak lore hingga cukup untuk membuat Personality DOTA 2 yang terkenal membahas aspek ini – Slacks kelabakan.

Pendekatan seperti ini tentu saja menarik. Tidak lagi sekedar menikmati sekedar gameplay yang ada, gamer DOTA 2 akan berkesempatan untuk menikmati sisi cerita yang selama ini memang harus diakui, cukup membingungkan. Valve sendiri berencana untuk melepas Artifact di tahun 2018 mendatang, masih tanpa pengumuman platform rilis. Tertarik?

Berawal dari sebuah layanan sharing foto semata, Instagram kini sudah berkembang begitu pesat dengan beragam fitur menariknya. Salah satu yang belum lama dimunculkan adalah fitur live stream. Fitur yang memungkinkan penggunanya untuk menyiarkan momen pribadinya untuk disaksikan para pengikutnya di Instagram saat itu juga.
Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream
 Tak berhenti sampai di situ, Instagram lagi-lagi membuat sebuah inovasi. Kali ini, aplikasi yang dikembangkan Facebook tersebut membuat terobosan dengan menambahkan fungsi baru dalam fitur live stream. Seperti apa?

Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream

Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream

Dilansir dari CNet, kali ini para pengguna bisa menambah keseruan selama melakukan live di Instagram dengan mengundang satu hingga beberapa teman ke dalam live stream tersebut. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, teman yang diundang akan masuk dan menjadi bagian dalam live stream.[ads-post]Bergabung dalam satu scene, pengguna dan para kerabatnya yang diundang ke dalam live stream tersebut juga dapat berkomunikasi langsung layaknya melakukan video call. Bedanya, percakapan mereka bisa disaksikan oleh followers si pengguna karena masih dalam proses live stream. Setelah live stream di akhiri, video dapat dibiarkan selama 24 jam agar bisa disaksikan followers yang belum sempat menonton, atau bisa dihapus saat itu juga.

Bagaimana, tertarik untuk segera mencobanya? Atau masih bingung menggunakannya? Nantikan tips untuk mengundang teman bergabung dalam live stream di Instagram ya.


Kisah Facebook ternyata tak selalu tentang kisah sukses. Aplikasi kloningan Snapchat, LifeStage, adalah contohnya. Secara konsep, aplikasi ini sengaja dibuat untuk menyasar remaja. LifeStage sengaja dibuat untuk mereka yang berusia dibawah 21 tahun. Aplikasi yang mirip Snapchat ini resmi ditarik dari App Store pada 4 Agustus lalu. 

Facebook Tutup Aplikasi Kloningan Snapchat

Aplikasi tersebut malah sudah tak mendapatkan pembaruan sejak Oktober 2016. Jelas bahwa Facebook memang tidak berniat untuk mempertahankan aplikasi ini sejak lama. Selain itu, aplikasi ini pun tidak pernah berhasil menaiki tangga popularitas di App Store.

"Kami awalnya meluncurkan Lifestage untuk mempermudah remaja di AS untuk terhubung dengan orang lain di sekolah mereka dengan membuat profil video dengan konten untuk semua hal yang membentuk identitas mereka," kata juru bicara Facebook,

Lifestage sendiri sebenarnya diciptakan oleh Michael Sayman, karyawan Facebook yang baru berusia 20 tahun untuk membantu remaja menemukan dan berhubungan dengan teman-teman mereka di sekolah yang sama. Aplikasi ini memungkinkan remaja membagikan video dan foto dengan teman sekelas secara terbuka.

Namun, aplikasi ini punya masalah terkait isu privasi. Pertama soal batasan umur, siapapun bisa mendaftar dan memalsukan tanggal lahir mereka. Kedua, pengguna tak bisa membatasi siapa yang bisa melihat konten yang mereka poskan. Semua yang diunggah di LifeStage bisa dilihat oleh siapapun, didalam atau luar sekolah. 

Meskipun aplikasi ini tak pernah ngetren di kalangan remaja, namun Facebook berkilah Lifestage telah memberikan banyak pelajaran pada produk kloningan Snapchat mereka lainnya, Instagram dan Facebook Stories.

"Remaja terus membuat bagian penting dari komunitas global di Facebook, dan kami telah belajar banyak dari Lifestage. Kami akan terus memasukkan pembelajaran ini ke dalam fitur di aplikasi Facebook utama," tutupnya, seperti dikutip dari Business Insider dan The Verge

Saat ini, produsen smartphone mulai terlihat mencoba menawarkan inovasi unik di produk yang mereka hadirkan untuk menambah daya saing di pasar smartphone. Beberapa inovasi unik yang sudah populer di antaranya edge screen yang dimulai oleh Samsung dan lensa kamera wide angle dari LG. Kini, Meizu tampaknya mencoba memulai tren inovasi baru, yaitu secondary screen di belakang smartphone.

Meizu X2 Hadir Dengan 2nd Screen Bulat

Setelah lebih dahulu memperkenalkan layar AMOLED di belakang smartphone untuk Meizu Pro 7, perusahaan asal China ini kembali menawarkan produk lain dengan secondary screen. Menariknya, smartphone baru itu tidak mengusung layar dengan desain serupa dengan Meizu Pro 7. Smartphone yang disebut X2 ini justru mengusung layar bulat.[ads-post]Konsep fitur tersebut terlihat pada sebuah foto yang beredar di Internet, yang disebut adalah Meizu X2. Smartphone itu terlihat unik karena memiliki layar bulat di bagian belakang. Banyak yang berpendapat bahwa layar bulat juga akan menghasilkan desain yang lebih menarik bila dibandingkan layar persegi panjang seperti yang digunakan Pro 7.

Sayangnya, hingga saat ini Meizu belum memberikan konfirmasi terkait kebenaran kabar ini. Selain itu, belum ada juga informasi mengenai spesifikasi dari smartphone Meizu X2 ini. Besar kemungkinan smartphone ini masih ada dalam tahap pengembangan, dan tidak akan hadir dalam waktu dekat ini.

Salah satu perusahaan yang juga bermain di ranah storage, Toshiba, beberapa waktu lalu merilis produk SSD terbaru mereka. Toshiba menyebut SSD baru mereka ini sebagai lini SG6. SSD ini disebut menawarkan chip TLC BiCS terbaru mereka, yang menawarkan kapasitas besar dan kecepatan tinggi.

Toshiba Perkenalkan SSD Baru SG6

Hanya Tawarkan SSD SATA

Toshiba menyebutkan bahwa SSD SG6 ini merupakan SSD SATA, dengan memanfaatkan standar SATA Revision 3.3. Kecepatan baca yang diusung SSD SG6 ini disebut mencapai 550 MB/s. Sementara untuk tulis, Toshiba menyebutkan SSD SG6 ini bisa menangani penulisan data hingga kecepatan 535 MB/s.[ads-post]Satu hal yang disebut Toshiba akan ditawarkan oleh SSD SG6 ini adalah konsumsi daya yang lebih baik bila digunakan di perangkat mobile. Hal itu didapatkan dari penggunaan flash memory baru dan juga optimasi yang dilakukan oleh Toshiba. SG6 disebut akan menawarkan konsumsi daya lebih rendah 40% dari generasi SSD Toshiba sebelumnya.

Form Factor 2.5″ dan M.2

SSD SG6 ini akan hadir dalam form factor 2.5″ dan M.2. Sayangnya, untuk M.2, standar yang digunakan bukan NVMe, melainkan SATA saja. Toshiba menyebutkan bahwa SG6 ini akan tersedia dalam opsi kapasitas 256 GB, 512 GB, dan 1 TB SG6 ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang mendukung enkripsi dengan standar TGC Opal 2.01.

Prosesor Coffee Lake tampaknya akan resmi diperkenalkan Intel dalam bulan Agustus 2017 ini! Coffee Lake sendiri merupakan arsitektur yang digunakan oleh Core i 8th Generation, penerus dari Kaby Lake. Intel sudah menampilkan informasi resmi di situs mereka yang menunjukkan bahwa perkenalan prosesor Coffee Lake akan dilakukan tanggal 21 Agustus mendatang!

Intel Akan Perkenalkan Coffee Lake Tanggal 21 Agustus

Coffee Lake Siap Tahun 2017 Ini!

Intel menyebutkan secara spesifik bahwa Core i 8th Generation, atau Coffee Lake, akan siap untuk tahun 2017 ini. Acara perkenalan yang digelar ini tampaknya ditujukan untuk memberikan gambaran awal terkait performa dari Coffee Lake. Memang, dalam beberapa waktu terakhir ini, bocoran terkait Coffee Lake sudah mulai banyak beredar di Internet.[ads-post]Namun, Intel bisa jadi hanya akan memperkenalkan beberapa prosesor tertentu saja dari lini Core i 8th Generation ini. Berdasarkan gambar pendukung yang digunakan oleh Intel, Coffee Lake yang diperkenalkan tanggal 21 Agustus tersebut bisa jadi adalah varian untuk perangkat mobile. Prosesor untuk desktop mungkin aja baru akan diperkenalkan di kemudian hari. Hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

Intel Akan Perkenalkan Coffee Lake Tanggal 21 Agustus

Laptop Coffee Lake di Gamescom 2017?

Perkenalan Core i 8th Generation ini sesuai dengan jadwal salah satu acara akbar dunia, yaitu Gamescom 2017. Ada kemungkinan, laptop pertama dengan basis Coffee Lake akan muncul di acara tersebut, yang akan digelar di Cologne, Jerman, tanggal 22 – 26 Agustus. Mari kita lihat saja, apakah benar laptop Coffee Lake akan muncul di sana.

Saat ini, kebanyakan motherboard LGA 2066, yang mendukung Skylake X dan Kaby Lake X, umumnya dipasarkan dengan harga tinggi. Hal itu disebabkan karena tuntutan dukungan untuk fitur Skylake X, seperti RAM quad-channel dan PCIe lane yang banyak, yang umumnya ditawarkan di motherboard-motherboard tersebut. Gigabyte mencoba untuk menawarkan motherboard LGA 2066 dengan harga yang lebih rendah, yang mereka tujukan khusus untuk prosesor Kaby Lake X.
Gigabyte Rilis Motherboard Khusus Kaby Lake X

LGA 2066 Hanya dengan RAM Dual-Channel

Salah satu yang dilakukan Gigabyte untuk menekan harga jual dari motherboard LGA 2066 baru mereka ini, X299 Aorus Gaming, adalah menghilangkan beberapa fitur yang tidak dibutuhkan Kaby Lake X. Mereka hanya menawarkan empat slot DIMM DDR4, yang hanya mendukung konfigurasi RAM dual-channel. Kaby Lake X sendiri memang tidak mendukung konfigurasi RAM quad-channel.[ads-post]X299 Aorus Gaming ini juga hadir dengan hanya 3 slot PCIe x16 dengan dukungan multi-graphics card hanya 2-way SLI/Crossfire saja, serta hanya mendukung prosesor Core i5-7640X dan Core i7-7740X. Selain itu, Gigabyte juga mengurangi komponen pemasok daya ke prosesor karena memang Kaby Lake X tidak membutuhkan daya sebesar Skylake X. Fitur-fitur yang ada di motherboard ini bisa dikatakan lebih dekat dengan motherboard LGA 1151 dibandingkan LGA 2066 pada umumnya.

Usung Fitur Khas Aorus

Sebagai produk di bawah sub-brand Aorus, Gigabyte tetap memperhatikan dukungan untuk fitur-fitur khas lini tersebut di motherboard ini. X299 Aorus Gaming hadir dengan fitur RGB Fusion, cFosSpeed untuk Intel GbE LAN, serta AMP-UP Audio. Sayangnya, belum diketahui berapa harga dari motherboard LGA 2066 “lite” ini.

Kian Canggih, - iPhone 8 memang bakal menjadi smartphone flagship yang kini tengah ditunggu-tunggu oleh para konglomerat. Bahkan, semakin mendekati September, justru semakin kian banyak bocoran informasi mengenai keunggulan atau spesifikasi iPhone 8 yang beredar di internet. Menurut dari berbagai laporan, Apple pun juga akan mengumumkan tiga iPhone baru pada bulan September 2017 mendatang.


Menurut kabar yang telah beredar, dari tiga smartphone terbaru Apple, tampaknya iPhone 8 adalah flagship yang paling sering mencuri perhatian publik. Bahkan, kini kembali muncul laporan tentang iPhone 8, yaitu kamera utama atau belakangnya bisa merekam video berkualitas 4K dengan 60 frame per second (fps). Kecanggihan apa lagi yang akan ditawarkan flagship buatan Apple ini?

Bukan sekedar rumor semata melainkan informasi ini diketahui dari screenshot spesifikasi kamera iPhone 8 yang kini sudah beredar luas di internet. Bahkan, pada gambar tersebut terdapat kode dengan keterangan 4K yaitu CAM Capture Capabilities is Back 4k Video Supported.[ads-post]Di sisi lain, tampak juga keterangan kode yang menandakan bahwa kamera depan iPhone 8 juga memiliki kemampuan untuk merekam video dengan kualitas 4K yang juga telah dilengkapi fps yang sama. Akan tetapi, pada gambar tersebut, tidak ada keterangan secaraa lebih rinci lagi terkait dengan kemampuan pada resolusi kamera.

Berita lain pun juga mengatakan bahwa iPhone 8 nantinya akan diumumkan bersamaan dengan diluncurkannya varian iPhone 7s dan 7s Plus pada September 2017. Namun, menurut sejumlah laporan, iPhone 8 akan dijual satu atau dua bulan setelah peluncuran pertamanya di tahun 2017 ini.

Terlepas dari kabar tersebut, sampai saat ini pun pihak Apple masih menutup mulut dan enggan memberikan keterangan atau konfirmasinya mengenai tanggal pengumuman tiga iPhone terbaru buatannya tersebut. Tampaknya, keengganan Apple untuk memberikan tanggapan terhadap beberapa rumor dari produk buatan perusahaan asal Negeri Paman Sam itu wajar. Mengingat selama ini dikenal tidak suka mengomentari rumor produk-produk yang belum diumumkan secara resmi.

Selain dikenal luas sebagai produsen chip, Intel juga dikenal sebagai perusahaan yang memiliki banyak inovasi di bidang storage. Untuk storage, beberapa waktu lalu, Intel kembali memperkenalkan inovasi baru yang mereka kreasikan. Mereka mengumumkan sebuah form factor baru untuk SSD yang mereka sebut sebagai “Ruler”, alias “penggaris”.

Intel Perkenalkan Desain Bentuk SSD Baru

Panjang & Tipis: Hingga 1000 TB

Form factor “Ruler” ini disebut Intel akan mengusung desain fisik panjang tetapi tipis, yang cocok untuk digunakan di server 1U. Memang, form factor ini lebih diarahkan untuk mengatasi kendala keterbatasan storage di server dengan form factor yang ada saat ini. “Ruler” ini disebut akan lebih cocok untuk SSD karena tidak terpengaruh desain hard disk yang banyak digunakan sebelumnya, yang dianggap boros tempat.
[ads-post]
Menurut Intel, dengan menggunakan 3D NAND besutan mereka, SSD “Ruler” ini bisa menawarkan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar. Intel memperkirakan kapasitas hingga 1 PB, atau 1000 TB, bisa saja dicapai. Hal ini akan membantu mengatasi masalah kurangnya ruang untuk storage di sebuah server 1U.

Siapkan SSD “Ruler” Berbasis Optane

Menariknya, Intel juga menyebutkan bahwa SSD “Ruler” ini juga akan hadir dengan Optane, teknologi 3D XPoint yang dikembangkan Intel. Sayangnya, Intel masih belum memberikan keterangan lebih jelas seperti apa kemampuan yang akan ditawarkan oleh SSD “Ruler” ini, baik berbasis 3D NAND standar ataupun Optane. Intel menyebutkan bahwa SSD “Ruler” ini akan muncul dalam waktu dekat.

Tahun ini, Xiaomi sudah merilis sebuah smartphone flagship mereka di paruh awal tahun, Mi 6, tepatnya di bulan April 2017 lalu. Untuk paruh kedua tahun ini, Xiaomi disebut menyiapkan sebuah smartphone flagship mereka yang lain, yang diprediksi adalah Mi Note 3. Menariknya, berdasarkan kabar terbaru, smartphone itu bisa saja akan diperkenalkan bulan ini!

Mi Note 3 Akan Hadir Dalam Waktu Dekat

Perkenalan di Akhir Agustus 2017?

Xiaomi disebut mungkin saja akan menggelar sebuah acara untuk memperkenalkan Mi Note 3 akhir bulan Agustus 2017 ini. Kabar ini disebut muncul dari salah satu pihak yang terkait dengan lini pasokan komponen untuk smartphone salah satu perusahaan ternama dari China itu. Sayangnya, Xiaomi sendiri masih belum memberikan kabar apapun terkait Mi Note 3 ini.[ads-post]Tahun 2016 lalu, Xiaomi merilis Mi Note 2 juga di paruh kedua tahun tersebut. Hanya saja, waktu perkenalan dan rilis Mi Note 2 lebih dekat ke akhir tahun bila dibandingkan dengan kabar yang baru muncul terkait Mi Note 3 ini. Walaupun begitu, banyak pihak yakin Xiaomi memang berniat merilis Mi Note 3 lebih cepat dari waktu rilis pendahulunya tahun 2016 lalu.

Usung Spesifikasi Premium


Mi Note 3 sendiri, sebagai smartphone premium Xiaomi, akan hadir dengan spesifikasi yang terbilang tinggi. SoC yang disebut akan digunakan oleh smartphone itu adalah Snapdragon 835, dengan RAM 6 GB. Layar dari smartphone itu disebut akan menggunakan panel AMOLED dari Samsung, yang sayangnya ukurannya masih belum diketahui. Namun, untuk resolusi, Xiaomi disebut akan menawarkan resolusi QHD untuk smartphone mereka yang satu ini.

Samsung - dikabarkan telah menyiapkan teknologi motherboard baru untuk produk smartphone mereka di masa mendatang, khususnya adalah Galaxy S9. Seperti yang dikabarkan dari media Korea, teknologi motherboard terbaru yang menggunakan basis SLP(Substrate like PCB) ini, memungkinkan bagi Samsung untuk menyusun komponen menjadi lebih ukuran yang lebih ramping.


Dengan demikian, teknologi ini memungkinkan bagi Samsung untuk menghadirkan baterai smartphone dengan kapasitas yang lebih besar, tanpa harus mengorbankan desain tipis pada body perangkat. Hanya saja, teknologi ini baru dipersiapkan oleh Samsung untuk varian produk yang menggunakan chipset Exynos saja.

Kita ketahui, Samsung hingga saat ini masih selalu menghadirkan dua varian produk untuk seri flagship mereka. Yaitu menggunakan chipset Exynos dan Qualcomm. Untuk varian Qualcomm,[ads-post]nantinya Samsung masih akan tetap menggunakan motherboard dengan teknologi HDI (High-Density Interconnect). Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan masalah kompatibilitas yang belum didukung pada chipset Qualcomm.

Ada kemungkinkan, di kemudian hari Samsung akan memberikan perbedaan spesifikasi yang lebih mencolok antara varian Exynos dan Qualcomm, terutama untuk kapasitas baterai. Tapi ini akan menjadi nilai tambah bagi konsumen, sehingga mereka bisa memilih antara performa dan manajemen daya.

Kita ketahui, saat ini kebanyakan konsumen masih merasa kurang puas dengan varian Exynos karena performanya yang masih cukup jauh dari jika dibandingkan dengan varian Qualcomm. Tapi jika benar Samsung bisa menghadirkan baterai yang lebih besar untuk varian Exynos di waktu mendatang, maka ‘kekurangan’ tersebut bisa teratasi. 

Tak lama lagi, Apple digadang-gadang bakal memperkenalkan iPhone 8 sekaligus merayakan ulang tahun iPhone ke-10. Laporan terbaru menyebutkan bahwa iPhone edisi khusus ini bakal membawa fitur yang belum pernah ada sebelumnya.

iPhone 8 Mampu Kenali Wajah Tanpa Sensor

Perusahaan HomePad menemukan dalam peranti lunak pengenalan wajah iPhone 8 dan bagaimana sistemnya bekerja. Rupanya, sistem tersebut memungkinkan pengguna membuka iPhone ketika perangkat tergeletak di atas meja. Artinya, pengguna tak perlu memperlihatkan wajah mereka di depan perangkat.

Kesimpulan tersebut ditarik oleh iHelp BR, divisi di HomePad, dari sistem pengenalan wajah dengan kode "Pearl" yang akan diboyong dalam peranti lunak yang berbeda dari biasanya.

Dalam kodenya terdapat kata-kata seperti "resting" (diletakkan) dan "unlock" (membuka kunci). Fitur ini ditemukan dalam kategori pilihan aksesibilitas, yang secara khusus disebut "AXRestingPearlUnlock" dan "com.apple.accessibility.resting.pearl.unlock".[ads-post]Selain itu, sistem ini juga diyakini bisa bekerja dengan aplikasi pihak ketiga karena ditemukan kode "APPS_USING_PEARL" dalam kodenya. Dengan begitu, pengguna bisa memanfaatkan fitur ini untuk aplikasi lain misalnya seperti aplikasi perbankan dengan memanfaatkan fitur pengenalan wajah.

iHelp BR juga yakin bahwa ponsel akan secara otomatis terkunci ketika mendeteksi orang lain yang ingin membuka ponsel ketika wajahnya tak sesuai dengan pengguna sebenarnya. Ini adalah upaya pengamanan tambahan yang diberikan perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut kepada konsumen mereka. Meskipun tidak ada konfirmasi yang pasti, penemuan firmware HomePod memang menguatkan laporan Bloomberg pada Juli.

Menurut laporan Bloomberg dan temuan HomePod, perangkat lunak yang bisa mengidentifikasi wajah milik Apple memiliki perbedaan karena diklaim bukan sekedar memindai wajah. Apple membuat ponsel bisa secara langsung memindai dan membuka kunci meskipun berada pada sudut yang tidak biasa. Sistem itu disebut bakal menggantikan Touch ID dan diduga bekerja bahkan ketika ponsel diletakkan di atas meja. 

Bulan lalu, fitur pengenalan wajah ini kabarnya "masih diuji" dan berpotensi tidak muncul di iPhone 8. Namun, penemuan baru firmware HomePod dalam peranti lunak versi modifikasi iOS membuatnya lebih mungkin bisa masuk ke iPhone 8.

Apple Ajukan Paten Alat Pemindai Paspor – Apple memiliki harapan jika iPhone dan Watch bisa memiliki fungsi yang lebih canggih lagi, sehingga perangkat ini tak hanya bisa digunakan sebagai gadget dan dompet saja. Raksasa teknologi ini sekarang dikabarkan memiliki rencana yang cukup ambisius untuk membuat kedua perangkat genggam miliknya tersebut menjadi e-paspor.

Apple Ajukan Paten Alat Pemindai Paspor

Rencana Apple ini terungkap setelah pihaknya mengajukan sebuah proposal paten. Di dalam proposal tersebut terdapat alasan yang dituliskan oleh pihak Apple mengapa mereka mengajukan alat baru ini. Apple beralasan jika saat ini pemerintah sudah banyak menggunakan berbagai bentuk identifikasi untuk menyimpan informasi serta menggunakannya untuk mengetahui keaslian penggunanya.

Apple memberi contoh konsep yang diajukannya tersebut melalui chip electronic yang saat ini digunakan dalam e-paspor. Chip yang ada di e-paspor memang berisi nama, tanggal lahir, dan berbagai macam data yang berkaitan dengan pemilik paspor itu.

Chip pada e-paspor inilah yang dingin diadopsi oleh Apple dan direalisasikan ke dalam bentuk yang nantinya akan bisa disematkan pada iPhone maupun Watch.

Jika konsep ini nantinya bisa benar-benar diwujudkan oleh pihak Apple, maka pengguna iPhone maupun Watch hanya cukup berjalan melalui pemindai.[ads-post]Kemudian, seluruh data yang ada di dalam iPhone maupun Watch nantinya bisa dicocokkan dengan data yang tersimpan di imigrasi setempat secara otomatis.

Sesuai dengan paten yang diajukan Apple, kinerja perangkat seperti ini bisa direalisasikan dengan menggunakan perangkat berteknologi radio jarak pendek serta elemen pengaman. Setelah itu, sebuah komputer akan dipakai untuk membaca data paspor di dalam perangkat genggam dan mencocokkannya dengan data yang ada di pihak imigrasi.

Paten yang diajukan Apple untuk alat ini sekarang telah mendapatkan persetujuan dari U.S. Patent & Trademark Office sehingga kemungkinan alat yang diusulkan oleh Apple itu akan bisa benar-benar direalisasikan. Namun yang tak boleh dilupakan adalah paten biasanya hanya berupa sebuah konsep. Oleh karena itu, meskipun Apple memiliki kapasitas untuk mewujudkannya, namun belum bisa dipastikan jika Apple benar-benar akan merilisnya dalam waktu dekat.

Awal tahun ini, ASUS merilis motherboard “APEX” pertama mereka untuk LGA 1155, dengan chipset Z270, yaitu Maximus IX APEX. Motherboard “APEX” sendiri mengusung suatu keunikan tersendiri, yaitu dengan desain PCB poligonal, dan diposisikan di tingkat tertinggi dari jajaran motherboard mereka. Kini, ASUS kembali merilis sebuah motherboard “APEX” baru.


Hadirkan “APEX” di LGA 2066

Motherboard “APEX” baru yang diperkenalkan ASUS ini adalah Rampage VI APEX. Seperti lini Rampage sebelumnya, motherboard ini juga ditujukan untuk mendukung platform high-end desktop Intel. Rampage VI APEX ini hadir dengan soket LGA 2066 yang ditujukan untuk mengakomodasi prosesor Skylake X dan Kaby Lake X, serta mengusung satu-satunya chipset yang mendukung kedua prosesor itu saat ini, Intel X299.

Hanya Tawarkan 4 Slot DIMM DDR4

ASUS masih menggunakan desain poligonal untuk PCB motherboard kelas premium ini. Menariknya, ASUS tidak menghadirkan delapan slot DIMM DDR4 untuk motherboard ini, seperti yang ada[ads-post]di kebanyakan motherboard X299 lain. Mereka justru hanya menghadirkan empat slot DIMM DDR4 yang mendukung konfigurasi quad-channel untuk prosesor Skylake X dan dual-channel untuk Kaby Lake X. Terdapat juga slot DIMM.2 untuk penggunaan M.2 SSD kencang.

Dukung 4-Way SLI/Crossfire

Rampage VI APEX ini mengusung empat slot PCIe 3.0 x16. ASUS menyebutkan bahwa konfigurasi multi-graphics card hingga 4-way SLI atau 4-way Crossfire didukung oleh motherboard ini. Selain empat slot PCIe 3.0 x16, terdapat juga satu slot PCie x4 untuk kebutuhan ekspansi tambahan.

Kaya Fitur OC

Seperti Maximus IX APEX, Rampage VI APEX ini juga dibekali dengan berbagai fitur pendukung overclocking, termasuk konektor daya yang melimpah yang menjamin kestabilan pasokan daya ke komponen-komponen yang digunakan saat praktik overclocking. Fitur lain seperti LN2 Mode, Slow Mode, dan konektor thermal sensor juga tersedia di motherboard ini. ASUS sendiri menyebutkan bahwa motherboard ini memang ditujukan untuk kebutuhan overclocking, bahkan hingga ke tingkat ekstrim, untuk memecahkan banyak rekor dunia.

Teknologi yang dihadirkan saat ini pastinya telah jauh berkembang jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Smartphone sendiri kini hadir tak lagi hanya sekedar perangkat untuk bisa menelepon maupun mengirim pesan semata, tetapi sebagai komputer cilik yang bisa digunakan untuk beragam aktivitas digital, baik untuk pekerjaan maupun hiburan sekalipun.

Pengamat: Smartphone Punya Efek “Merusak” Generasi Muda

Mengesampingkan fungsinya yang sangat banyak tersebut, kehadiran smartphone juga nampaknya mulai mengkhawatirkan untuk sebagian masyarakat, seperti yang tertulis dalam artikel pada The Atlantic yang ditulis oleh Jean M. Twenge. Pihak penulis telah melakukan beragam riset dan pengamatan perkembangan teknologi mulai dari era 1990an hingga tahun 2012an, dan dirinya menemukan bahwa terdapat perubahan perilaku yang ditemukan dari para pengguna smartphone tersebut, di mana ia menemukan bahwa para generasi yang lahir di tahun 1995 hingga 2012 menerima dampak lebih negatif dari penggunaan smartphone.

Generasi tahun 1995-2012 yang disebut sebagai iGen oleh Twenge ini menyebutkan bahwa dampak negatif yang diterima oleh mereka tersebut menyebabkan mereka lebih mudah depresi jika dibandingkan dengan generasi Milenial. Twenge juga menyebutkan, generasi iGen ini lahir dan tumbuh besar tanpa memiliki pilihan untuk tidak menggunakan smartphone, karena mereka bertumbuh besar dengan teknologi smartphone atau tablet yang sudah ada tersebut. Mereka bahkan tak pernah tahu seperti apa rasanya kehidupan tanpa internet yang sekarang bisa mereka nikmati lebih mudah di era saat ini.

Salah satu responden yang diwawancarai oleh Twenge, seorang anak berusia 13 tahun yang diberi nama Athena (bukan nama sesungguhnya), menyebutkan bahwa Athena mengaku [ads-post]bahwa mereka tak punya pilihan untuk bisa memilih hidup tanpa iPad atau iPhone. Dan generasi mereka jauh lebih menyukai smartphone mereka masing-masing lebih baik daripada manusia yang sesungguhnya.

Dalam artikel yang sama juga disebutkan bagaimana tingkat depresi atau kesehatan mental dari para generasi ini lebih rentan jika dibandingkan dengan generasi Milenial. Secara teknis, generasi Milenial sesungguhnya tak jauh berbeda mengenai ketidaktahuan kehidupan sebelum internet karena mereka juga lahir dengan disuguhkan teknologi yang kurang lebih sama. Tapi yang membedakan mereka dengan generasi sebelumnya maupun generasi masa kini adalah cara pandang mereka terhadap dunia, serta pengalaman yang juga berbeda karena adanya perkembangan teknologi dan sejenisnya setiap tahunnya.

Yang cukup menarik, artikel juga menyebutkan bagaimana anak-anak sekolah masa kini lebih sering menghabiskan waktunya di smartphone selama lebih dari 10 jam seminggu, dengan 56% menghabiskan waktu di sosial media dan merasa lebih tidak bahagia dibandingkan mereka yang tidak sering menghabiskan waktu dengan bermain smartphone miliknya.

Pernyataan soal media sosial tersebut sudah berulang kali disebut dalam artikel-artikel lainnya, di mana platform media sosial ini sendiri kerap menjadi platform yang paling sering digunakan tetapi juga paling rentan terhadap bahaya pelecehan online atau cyber bullying.

Intel disebut tengah menyiapkan prosesor Core i baru untuk keluarga Core i 8th Gen., dengan arsitektur Coffee Lake. Hal menarik yang disebut akan hadir di keluarga ini adalah konfigurasi core yang berbeda dari yang ada selama ini, dengan jumlah core lebih banyak. Setelah konfigurasi core untuk Core i5 dan Core i7 Coffee Lake ini bocor di Internet beberapa waktu lalu, kini giliran Core i3 Coffee Lake.

Intel Akan Hadirkan Core i3 Quad Core di Coffee Lake?

Core i3 Quad Core + Hyper Threading?

Berdasarkan kabar yang baru muncul, Core i3 dari keluarga Coffee Lake akan hadir dengan konfigurasi quad-core. Menariknya, Intel disebut akan menawarkan fitur Hyper Threading di prosesor tersebut, sehingga total bisa memproses hingga delapan thread. Bila kabar ini benar, berarti Core i3 Coffee Lake akan menawarkan jumlah thread lebih banyak dari Core i5. [ads-post] Namun, bisa jadi kabar ini salah, dan Intel justru menawarkan Core i3 Coffee Lake ini tanpa dukungan fitur Hyper Threading, sehingga jumlah thread-nya ada di bawah Core i5.

Salah satu prosesor Core i3 yang disebut akan dirilis oleh Intel untuk keluarga Coffee Lake adalah Core i3-8300. Prosesor ini disebut akan menawarkan clock speed 4000 MHz. Namun, seperti Core i3 dari generasi sebelumnya, Intel tidak menghadirkan fitur Turbo Boost untuk prosesor ini, sehingga clock speed-nya tidak akan naik melebihi 4000 MHz.

Harga di Atas Core i3 Saat Ini?

Satu hal yang akan membuat banyak orang penasaran terkait Core i3 Coffee Lake ini adalah harga. Saat ini, Core i3-7300 dari keluarga Kaby Lake dipasarkan Intel di harga sekitar USD 145, atau lebih mahal di daerah-daerah tertentu. Bisa jadi, Core i3 Coffee Lake akan dipasarkan dengan harga di atas Core i3 Kaby Lake untuk tingkat yang setara.

Awal tahun ini, Corsair memperkenalkan PC ringkas mereka, One, yang disebut tetap menawarkan kemampuan tinggi untuk game-game masa kini dan konten VR. Merasa mereka masih bisa meningkatkan lagi performa One, Corsair menawarkan varian baru yang disebut sebagai ONE Pro. Menariknya, PC small form factor ini bahkan menawarkan graphics card GeForce GTX 1080 Ti!


Spesifikasi Tinggi di Small Form Factor

Corsair menyebutkan bahwa ada tiga varian PC One Pro ini. Ketiga varian itu hadir dengan prosesor yang sama, Core i7-7700K yang didinginkan dengan liquid cooler. Sementara untuk graphics card, Corsair coba menawarkan dua varian One Pro dengan graphics card GeForce GTX 1080 Ti, sedangkan satu varian lagi hadir dengan GeForce GTX 1080.


Menurut informasi dari Corsair, graphics card di PC One Pro ini juga didinginkan dengan solusi liquid cooler. Corsair menawarkan PSU 400 Watt untuk varian dengan GeForce GTX 1080, dan 500 Watt untuk varian dengan GeForce GTX 1080 Ti. [ads-post] Sementara untuk RAM, Corsair menawarkan DDR4 2400 MHz 32 GB untuk salah satu varian dengan GeForce GTX 1080 Ti, sedangkan dua sisanya menggunakan kapasitas 16 GB.

Juga Tawarkan SSD NVMe

Tidak hanya performa dari sisi CPU dan GPU saja, Corsair juga mencoba menawarkan performa tinggi dari sisi storage. Mereka menawarkan SSD PCIe NVMe 480 GB untuk ketiga varian One Pro ini. Selain itu, PC ini juga dilengkapi dengan HDD 2 TB, serta sistem operasi Windows 10.

Prosesor AMD Threadripper baru saja resmi diperkenalkan beberapa hari lalu. AMD memang mendesain lini prosesor tersebut sebagai prosesor yang menawarkan kemampuan tinggi, tetapi mengusung TDP yang tinggi juga. Oleh karena itu, tidak semua pendingin prosesor yang ada di pasaran saat ini bisa menangani panas yang dihasilkan, sementara mounting yang digunakan pun tentunya berbeda dari AMD Ryzen.


Rilis Daftar Pendingin untuk Threadripper

AMD tampaknya melihat hal tersebut bisa jadi sebuah masalah tersendiri untuk siapapun yang ingin merakit sistem dengan basis prosesor Threadripper. Untuk membantu mengatasinya, AMD baru saja merilis daftar pendingin prosesor yang ada saat ini yang telah mendukung Threadripper. Daftar tersebut bisa ditemukan di halaman resmi AMD ini.

Saat berita ini ditulis, AMD mencantumkan produk dari beberapa merek, seperti Arctic, Cooler Master, Corsair, Cryorig, EVGA, Fractal Design, NZXT, dan Thermaltake. Beberapa produk yang disebut sudah dijamin mendukung Threadripper antara lain Corsair Hydro Series H115, Cryorig A80, serta Thermaltake Water 3.0 Ultimate. [ads-post] Menariknya, masih ada juga HSF yang disebut masih mampu menangani Threadripper, seperti Arctic Freezer 33 dan Cooler Master Hyper 212 TR Edition.

Butuh Pendingin Performa Tinggi

Daftar yang diberikan AMD ini tentu saja bukan daftar lengkap pendingin yang mendukung Threadripper. Produsen perangkat pendingin lain tentu saja akan merilis produk baru mereka yang mendukung prosesor baru tersebut, dan daftar seharusnya akan bertambah dalam waktu dekat ini. AMD memang menyebutkan bahwa Threadripper, dengan TDP 180 Watt, akan butuh pendingin yang memang punya performa tinggi.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget