Dunia Warnet

Latest Post

Popularitasnya sepertinya memang tak lagi terbendung. Dengan komunitas super aktif yang terus memainkan pertempuran demi pertempuran, Playerunknown’s Battlegrounds yang masih berada dalam status Early Access dan ditawarkan dengan harga terjangkau ini memang tengah jadi primadona di Steam. Konsep Battle Royale yang mengharuskan Anda untuk bertarung dan bertahan hidup melawan 99 orang lainnya, dalam format solo ataupun tim, sepertinya berhasil menyihir jutaan gamer di seluruh dunia. Satu yang menarik? Prestasi demi prestasi terus berhasil ia torehkan.

Jumlah Pemain Bersamaan PUBG Tembus 500.000

Setelah menetapkan diri sebagai game non-Valve dengan jumlah pemain bersamaan tertinggi beberapa waktu yang lalu, PUBG kini hadir dengan prestasi lain yang kian mengukuhkan popularitasnya. Ia berhasil mencatatkan angka 500.000 pemain bersamaan beberapa hari yang lalu.[ads-post]Angka yang berhasil membuatnya merebut posisi kedua dari CS: GO di hari tersebut, sebuah pencapaian yang tentu saja, terhitung fantastis. Ia sempat tertinggal “hanya” 200.000 ribu pemain dari game terpopuler Valve saat ini – DOTA 2.

Apa yang dicapai oleh PUBG selama beberapa bulan terakhir ini tentu saja pantas mendapatkan acungan jempol. Walaupun sempat mendapatkan kritik karena skema penjualan loot berisikan item kosmetik yang sudah mulai mereka lakukan, sang developer – Bluehole tetap memperlihatkan komitmen untuk merilis versi finalnya sebelum tahun 2017 ini berakhir. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang jatuh cinta dengan game yang satu ini?

Awal tahun ini, ASUS merilis motherboard “APEX” pertama mereka untuk LGA 1155, dengan chipset Z270, yaitu Maximus IX APEX. Motherboard “APEX” sendiri mengusung suatu keunikan tersendiri, yaitu dengan desain PCB poligonal, dan diposisikan di tingkat tertinggi dari jajaran motherboard mereka. Kini, ASUS kembali merilis sebuah motherboard “APEX” baru.


Hadirkan “APEX” di LGA 2066

Motherboard “APEX” baru yang diperkenalkan ASUS ini adalah Rampage VI APEX. Seperti lini Rampage sebelumnya, motherboard ini juga ditujukan untuk mendukung platform high-end desktop Intel. Rampage VI APEX ini hadir dengan soket LGA 2066 yang ditujukan untuk mengakomodasi prosesor Skylake X dan Kaby Lake X, serta mengusung satu-satunya chipset yang mendukung kedua prosesor itu saat ini, Intel X299.

Hanya Tawarkan 4 Slot DIMM DDR4

ASUS masih menggunakan desain poligonal untuk PCB motherboard kelas premium ini. Menariknya, ASUS tidak menghadirkan delapan slot DIMM DDR4 untuk motherboard ini, seperti yang ada[ads-post]di kebanyakan motherboard X299 lain. Mereka justru hanya menghadirkan empat slot DIMM DDR4 yang mendukung konfigurasi quad-channel untuk prosesor Skylake X dan dual-channel untuk Kaby Lake X. Terdapat juga slot DIMM.2 untuk penggunaan M.2 SSD kencang.

Dukung 4-Way SLI/Crossfire

Rampage VI APEX ini mengusung empat slot PCIe 3.0 x16. ASUS menyebutkan bahwa konfigurasi multi-graphics card hingga 4-way SLI atau 4-way Crossfire didukung oleh motherboard ini. Selain empat slot PCIe 3.0 x16, terdapat juga satu slot PCie x4 untuk kebutuhan ekspansi tambahan.

Kaya Fitur OC

Seperti Maximus IX APEX, Rampage VI APEX ini juga dibekali dengan berbagai fitur pendukung overclocking, termasuk konektor daya yang melimpah yang menjamin kestabilan pasokan daya ke komponen-komponen yang digunakan saat praktik overclocking. Fitur lain seperti LN2 Mode, Slow Mode, dan konektor thermal sensor juga tersedia di motherboard ini. ASUS sendiri menyebutkan bahwa motherboard ini memang ditujukan untuk kebutuhan overclocking, bahkan hingga ke tingkat ekstrim, untuk memecahkan banyak rekor dunia.

Teknologi yang dihadirkan saat ini pastinya telah jauh berkembang jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Smartphone sendiri kini hadir tak lagi hanya sekedar perangkat untuk bisa menelepon maupun mengirim pesan semata, tetapi sebagai komputer cilik yang bisa digunakan untuk beragam aktivitas digital, baik untuk pekerjaan maupun hiburan sekalipun.

Pengamat: Smartphone Punya Efek “Merusak” Generasi Muda

Mengesampingkan fungsinya yang sangat banyak tersebut, kehadiran smartphone juga nampaknya mulai mengkhawatirkan untuk sebagian masyarakat, seperti yang tertulis dalam artikel pada The Atlantic yang ditulis oleh Jean M. Twenge. Pihak penulis telah melakukan beragam riset dan pengamatan perkembangan teknologi mulai dari era 1990an hingga tahun 2012an, dan dirinya menemukan bahwa terdapat perubahan perilaku yang ditemukan dari para pengguna smartphone tersebut, di mana ia menemukan bahwa para generasi yang lahir di tahun 1995 hingga 2012 menerima dampak lebih negatif dari penggunaan smartphone.

Generasi tahun 1995-2012 yang disebut sebagai iGen oleh Twenge ini menyebutkan bahwa dampak negatif yang diterima oleh mereka tersebut menyebabkan mereka lebih mudah depresi jika dibandingkan dengan generasi Milenial. Twenge juga menyebutkan, generasi iGen ini lahir dan tumbuh besar tanpa memiliki pilihan untuk tidak menggunakan smartphone, karena mereka bertumbuh besar dengan teknologi smartphone atau tablet yang sudah ada tersebut. Mereka bahkan tak pernah tahu seperti apa rasanya kehidupan tanpa internet yang sekarang bisa mereka nikmati lebih mudah di era saat ini.

Salah satu responden yang diwawancarai oleh Twenge, seorang anak berusia 13 tahun yang diberi nama Athena (bukan nama sesungguhnya), menyebutkan bahwa Athena mengaku [ads-post]bahwa mereka tak punya pilihan untuk bisa memilih hidup tanpa iPad atau iPhone. Dan generasi mereka jauh lebih menyukai smartphone mereka masing-masing lebih baik daripada manusia yang sesungguhnya.

Dalam artikel yang sama juga disebutkan bagaimana tingkat depresi atau kesehatan mental dari para generasi ini lebih rentan jika dibandingkan dengan generasi Milenial. Secara teknis, generasi Milenial sesungguhnya tak jauh berbeda mengenai ketidaktahuan kehidupan sebelum internet karena mereka juga lahir dengan disuguhkan teknologi yang kurang lebih sama. Tapi yang membedakan mereka dengan generasi sebelumnya maupun generasi masa kini adalah cara pandang mereka terhadap dunia, serta pengalaman yang juga berbeda karena adanya perkembangan teknologi dan sejenisnya setiap tahunnya.

Yang cukup menarik, artikel juga menyebutkan bagaimana anak-anak sekolah masa kini lebih sering menghabiskan waktunya di smartphone selama lebih dari 10 jam seminggu, dengan 56% menghabiskan waktu di sosial media dan merasa lebih tidak bahagia dibandingkan mereka yang tidak sering menghabiskan waktu dengan bermain smartphone miliknya.

Pernyataan soal media sosial tersebut sudah berulang kali disebut dalam artikel-artikel lainnya, di mana platform media sosial ini sendiri kerap menjadi platform yang paling sering digunakan tetapi juga paling rentan terhadap bahaya pelecehan online atau cyber bullying.

Intel disebut tengah menyiapkan prosesor Core i baru untuk keluarga Core i 8th Gen., dengan arsitektur Coffee Lake. Hal menarik yang disebut akan hadir di keluarga ini adalah konfigurasi core yang berbeda dari yang ada selama ini, dengan jumlah core lebih banyak. Setelah konfigurasi core untuk Core i5 dan Core i7 Coffee Lake ini bocor di Internet beberapa waktu lalu, kini giliran Core i3 Coffee Lake.

Intel Akan Hadirkan Core i3 Quad Core di Coffee Lake?

Core i3 Quad Core + Hyper Threading?

Berdasarkan kabar yang baru muncul, Core i3 dari keluarga Coffee Lake akan hadir dengan konfigurasi quad-core. Menariknya, Intel disebut akan menawarkan fitur Hyper Threading di prosesor tersebut, sehingga total bisa memproses hingga delapan thread. Bila kabar ini benar, berarti Core i3 Coffee Lake akan menawarkan jumlah thread lebih banyak dari Core i5. [ads-post] Namun, bisa jadi kabar ini salah, dan Intel justru menawarkan Core i3 Coffee Lake ini tanpa dukungan fitur Hyper Threading, sehingga jumlah thread-nya ada di bawah Core i5.

Salah satu prosesor Core i3 yang disebut akan dirilis oleh Intel untuk keluarga Coffee Lake adalah Core i3-8300. Prosesor ini disebut akan menawarkan clock speed 4000 MHz. Namun, seperti Core i3 dari generasi sebelumnya, Intel tidak menghadirkan fitur Turbo Boost untuk prosesor ini, sehingga clock speed-nya tidak akan naik melebihi 4000 MHz.

Harga di Atas Core i3 Saat Ini?

Satu hal yang akan membuat banyak orang penasaran terkait Core i3 Coffee Lake ini adalah harga. Saat ini, Core i3-7300 dari keluarga Kaby Lake dipasarkan Intel di harga sekitar USD 145, atau lebih mahal di daerah-daerah tertentu. Bisa jadi, Core i3 Coffee Lake akan dipasarkan dengan harga di atas Core i3 Kaby Lake untuk tingkat yang setara.

Awal tahun ini, Corsair memperkenalkan PC ringkas mereka, One, yang disebut tetap menawarkan kemampuan tinggi untuk game-game masa kini dan konten VR. Merasa mereka masih bisa meningkatkan lagi performa One, Corsair menawarkan varian baru yang disebut sebagai ONE Pro. Menariknya, PC small form factor ini bahkan menawarkan graphics card GeForce GTX 1080 Ti!


Spesifikasi Tinggi di Small Form Factor

Corsair menyebutkan bahwa ada tiga varian PC One Pro ini. Ketiga varian itu hadir dengan prosesor yang sama, Core i7-7700K yang didinginkan dengan liquid cooler. Sementara untuk graphics card, Corsair coba menawarkan dua varian One Pro dengan graphics card GeForce GTX 1080 Ti, sedangkan satu varian lagi hadir dengan GeForce GTX 1080.


Menurut informasi dari Corsair, graphics card di PC One Pro ini juga didinginkan dengan solusi liquid cooler. Corsair menawarkan PSU 400 Watt untuk varian dengan GeForce GTX 1080, dan 500 Watt untuk varian dengan GeForce GTX 1080 Ti. [ads-post] Sementara untuk RAM, Corsair menawarkan DDR4 2400 MHz 32 GB untuk salah satu varian dengan GeForce GTX 1080 Ti, sedangkan dua sisanya menggunakan kapasitas 16 GB.

Juga Tawarkan SSD NVMe

Tidak hanya performa dari sisi CPU dan GPU saja, Corsair juga mencoba menawarkan performa tinggi dari sisi storage. Mereka menawarkan SSD PCIe NVMe 480 GB untuk ketiga varian One Pro ini. Selain itu, PC ini juga dilengkapi dengan HDD 2 TB, serta sistem operasi Windows 10.

Prosesor AMD Threadripper baru saja resmi diperkenalkan beberapa hari lalu. AMD memang mendesain lini prosesor tersebut sebagai prosesor yang menawarkan kemampuan tinggi, tetapi mengusung TDP yang tinggi juga. Oleh karena itu, tidak semua pendingin prosesor yang ada di pasaran saat ini bisa menangani panas yang dihasilkan, sementara mounting yang digunakan pun tentunya berbeda dari AMD Ryzen.


Rilis Daftar Pendingin untuk Threadripper

AMD tampaknya melihat hal tersebut bisa jadi sebuah masalah tersendiri untuk siapapun yang ingin merakit sistem dengan basis prosesor Threadripper. Untuk membantu mengatasinya, AMD baru saja merilis daftar pendingin prosesor yang ada saat ini yang telah mendukung Threadripper. Daftar tersebut bisa ditemukan di halaman resmi AMD ini.

Saat berita ini ditulis, AMD mencantumkan produk dari beberapa merek, seperti Arctic, Cooler Master, Corsair, Cryorig, EVGA, Fractal Design, NZXT, dan Thermaltake. Beberapa produk yang disebut sudah dijamin mendukung Threadripper antara lain Corsair Hydro Series H115, Cryorig A80, serta Thermaltake Water 3.0 Ultimate. [ads-post] Menariknya, masih ada juga HSF yang disebut masih mampu menangani Threadripper, seperti Arctic Freezer 33 dan Cooler Master Hyper 212 TR Edition.

Butuh Pendingin Performa Tinggi

Daftar yang diberikan AMD ini tentu saja bukan daftar lengkap pendingin yang mendukung Threadripper. Produsen perangkat pendingin lain tentu saja akan merilis produk baru mereka yang mendukung prosesor baru tersebut, dan daftar seharusnya akan bertambah dalam waktu dekat ini. AMD memang menyebutkan bahwa Threadripper, dengan TDP 180 Watt, akan butuh pendingin yang memang punya performa tinggi.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa mod adalah salah satu alasan mengapa GTA V masih begitu populer saat ini. Walaupun hampir “dimatikan” oleh Take-Two Interactive atas alasan yang bisa disebut tak masuk akal beberapa waktu yang lalu, scene ini berhasil bertahan. Lewat tangan kreatif komunitas dan dedikasi mereka, GTA V kini dipenuhi dengan begitu banyak konten ekstra, dari yang mengubahnya menjadi game bertema superhero, hingga yang sekedar mengejar level realisme dari pendekatan visualisasi yang ada. Untuk urusan terakhir ini, ada begitu banyak mod bertebaran dengan tingkat popularitas tinggi. Namun apa yang ditawarkan oleh sebuah mod teranyar akan membawanya ke level yang baru.

GTA V Terlihat Kian Realistis dengan Mod Visual Terbaru

Sebuah mod visual baru untuk GTA V kembali mengemuka. Seperti halnya nama yang ia usung – NaturalVision Remastered, ia merupakan versi penyempurnaan dari mod NaturalVision yang sempat beredar sebelumnya. Sang modder – Razed mengembangkan mod ini dengan super serius, dengan waktu pengerjaan yang memakan waktu sekitar 1.200 jam. [ads-post] Untuk mencapai level realisme yang ia inginkan, Razed bahkan mengambil puluhan jam video, ratusan foto, hingga melakukan riset di Los Angeles dan Salton Sea. Menariknya lagi? Walaupun terlihat fantastis, Razed menyebut bahwa mod in tidak akan seberat yang dibayangkan oleh gamer PC.

Tidak hanya itu saja, Razed juga mengaku terinspirasi dari beberapa game lain seperti Forza Horizon 3, Watch Dogs, dan GTA IV ketika mengerjakan mod yang satu ini. Anda yang tertarik untuk menjajalnya bisa mengunduhnya via tautan berikut ini. Bagaimana menurut Anda sendiri? Pantas dinobatkan sebagai mod visual terbaik GTA V sejauh ini?

[youtube src="sctUtDoFLms"/]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget