Dunia Warnet

Latest Post

Mengikuti tren yang tengah terjadi di industri game saat ini, Valve akhirnya mengumumkan proyek game terbaru mereka di ajang The International 2017 kemarin. Bukan Half-lIfe 3, Left for Dead 3, atau Portal 3, melainkan sebuah game pertarungan kartu yang akan berbasiskan semesta DOTA 2 – Artifact. Detail pertama. memang sudah mengemuka dan menyebutkan bentuk gameplay yang akan mewakili beragam mekanik dasar yang selama ini mendefinisikan DOTA 2. Tiga buah lane, sistem 5 hero, hingga kehadiran Creep di setiap pergantian giliran permainan. Namun ada satu hal lagi yang menarik dari kehadiran Artifact ini – Lore.

Valve Akan Buka Lebih Banyak Lore DOTA 2 via Artifact

Seperti yang kita tahu, lore atau cerita mungkin adalah salah satu kelemahan terbesar DOTA 2. Tidak pernah ada penjelasan eksplisit dan definitif soal  semesta DOTA 2,[ads-post]motivasi karakter yang menyentuh angka lebih dari 100 ini untuk bertarung, hingga dunia-dunia yang terlibat dalam pertarungan Ancient itu sendiri.
Berita baiknya? Valve berencana untuk menawarkan lebih banyak Lore tersebut di Artifact nanti. Hal ini disampaikan oleh penulis cerita baru Valve yang sempat bekerja di Volition cukup lama – Steve Jaros dalam akun Twitter resminya. Jaros menyebut bahwa ia akan memuat begitu banyak lore hingga cukup untuk membuat Personality DOTA 2 yang terkenal membahas aspek ini – Slacks kelabakan.

Pendekatan seperti ini tentu saja menarik. Tidak lagi sekedar menikmati sekedar gameplay yang ada, gamer DOTA 2 akan berkesempatan untuk menikmati sisi cerita yang selama ini memang harus diakui, cukup membingungkan. Valve sendiri berencana untuk melepas Artifact di tahun 2018 mendatang, masih tanpa pengumuman platform rilis. Tertarik?

Berawal dari sebuah layanan sharing foto semata, Instagram kini sudah berkembang begitu pesat dengan beragam fitur menariknya. Salah satu yang belum lama dimunculkan adalah fitur live stream. Fitur yang memungkinkan penggunanya untuk menyiarkan momen pribadinya untuk disaksikan para pengikutnya di Instagram saat itu juga.
Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream
 Tak berhenti sampai di situ, Instagram lagi-lagi membuat sebuah inovasi. Kali ini, aplikasi yang dikembangkan Facebook tersebut membuat terobosan dengan menambahkan fungsi baru dalam fitur live stream. Seperti apa?

Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream

Instagram Kini Bisa Undang Teman Gabung Live Stream

Dilansir dari CNet, kali ini para pengguna bisa menambah keseruan selama melakukan live di Instagram dengan mengundang satu hingga beberapa teman ke dalam live stream tersebut. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, teman yang diundang akan masuk dan menjadi bagian dalam live stream.[ads-post]Bergabung dalam satu scene, pengguna dan para kerabatnya yang diundang ke dalam live stream tersebut juga dapat berkomunikasi langsung layaknya melakukan video call. Bedanya, percakapan mereka bisa disaksikan oleh followers si pengguna karena masih dalam proses live stream. Setelah live stream di akhiri, video dapat dibiarkan selama 24 jam agar bisa disaksikan followers yang belum sempat menonton, atau bisa dihapus saat itu juga.

Bagaimana, tertarik untuk segera mencobanya? Atau masih bingung menggunakannya? Nantikan tips untuk mengundang teman bergabung dalam live stream di Instagram ya.


Kisah Facebook ternyata tak selalu tentang kisah sukses. Aplikasi kloningan Snapchat, LifeStage, adalah contohnya. Secara konsep, aplikasi ini sengaja dibuat untuk menyasar remaja. LifeStage sengaja dibuat untuk mereka yang berusia dibawah 21 tahun. Aplikasi yang mirip Snapchat ini resmi ditarik dari App Store pada 4 Agustus lalu. 

Facebook Tutup Aplikasi Kloningan Snapchat

Aplikasi tersebut malah sudah tak mendapatkan pembaruan sejak Oktober 2016. Jelas bahwa Facebook memang tidak berniat untuk mempertahankan aplikasi ini sejak lama. Selain itu, aplikasi ini pun tidak pernah berhasil menaiki tangga popularitas di App Store.

"Kami awalnya meluncurkan Lifestage untuk mempermudah remaja di AS untuk terhubung dengan orang lain di sekolah mereka dengan membuat profil video dengan konten untuk semua hal yang membentuk identitas mereka," kata juru bicara Facebook,

Lifestage sendiri sebenarnya diciptakan oleh Michael Sayman, karyawan Facebook yang baru berusia 20 tahun untuk membantu remaja menemukan dan berhubungan dengan teman-teman mereka di sekolah yang sama. Aplikasi ini memungkinkan remaja membagikan video dan foto dengan teman sekelas secara terbuka.

Namun, aplikasi ini punya masalah terkait isu privasi. Pertama soal batasan umur, siapapun bisa mendaftar dan memalsukan tanggal lahir mereka. Kedua, pengguna tak bisa membatasi siapa yang bisa melihat konten yang mereka poskan. Semua yang diunggah di LifeStage bisa dilihat oleh siapapun, didalam atau luar sekolah. 

Meskipun aplikasi ini tak pernah ngetren di kalangan remaja, namun Facebook berkilah Lifestage telah memberikan banyak pelajaran pada produk kloningan Snapchat mereka lainnya, Instagram dan Facebook Stories.

"Remaja terus membuat bagian penting dari komunitas global di Facebook, dan kami telah belajar banyak dari Lifestage. Kami akan terus memasukkan pembelajaran ini ke dalam fitur di aplikasi Facebook utama," tutupnya, seperti dikutip dari Business Insider dan The Verge

Saat ini, produsen smartphone mulai terlihat mencoba menawarkan inovasi unik di produk yang mereka hadirkan untuk menambah daya saing di pasar smartphone. Beberapa inovasi unik yang sudah populer di antaranya edge screen yang dimulai oleh Samsung dan lensa kamera wide angle dari LG. Kini, Meizu tampaknya mencoba memulai tren inovasi baru, yaitu secondary screen di belakang smartphone.

Meizu X2 Hadir Dengan 2nd Screen Bulat

Setelah lebih dahulu memperkenalkan layar AMOLED di belakang smartphone untuk Meizu Pro 7, perusahaan asal China ini kembali menawarkan produk lain dengan secondary screen. Menariknya, smartphone baru itu tidak mengusung layar dengan desain serupa dengan Meizu Pro 7. Smartphone yang disebut X2 ini justru mengusung layar bulat.[ads-post]Konsep fitur tersebut terlihat pada sebuah foto yang beredar di Internet, yang disebut adalah Meizu X2. Smartphone itu terlihat unik karena memiliki layar bulat di bagian belakang. Banyak yang berpendapat bahwa layar bulat juga akan menghasilkan desain yang lebih menarik bila dibandingkan layar persegi panjang seperti yang digunakan Pro 7.

Sayangnya, hingga saat ini Meizu belum memberikan konfirmasi terkait kebenaran kabar ini. Selain itu, belum ada juga informasi mengenai spesifikasi dari smartphone Meizu X2 ini. Besar kemungkinan smartphone ini masih ada dalam tahap pengembangan, dan tidak akan hadir dalam waktu dekat ini.

Salah satu perusahaan yang juga bermain di ranah storage, Toshiba, beberapa waktu lalu merilis produk SSD terbaru mereka. Toshiba menyebut SSD baru mereka ini sebagai lini SG6. SSD ini disebut menawarkan chip TLC BiCS terbaru mereka, yang menawarkan kapasitas besar dan kecepatan tinggi.

Toshiba Perkenalkan SSD Baru SG6

Hanya Tawarkan SSD SATA

Toshiba menyebutkan bahwa SSD SG6 ini merupakan SSD SATA, dengan memanfaatkan standar SATA Revision 3.3. Kecepatan baca yang diusung SSD SG6 ini disebut mencapai 550 MB/s. Sementara untuk tulis, Toshiba menyebutkan SSD SG6 ini bisa menangani penulisan data hingga kecepatan 535 MB/s.[ads-post]Satu hal yang disebut Toshiba akan ditawarkan oleh SSD SG6 ini adalah konsumsi daya yang lebih baik bila digunakan di perangkat mobile. Hal itu didapatkan dari penggunaan flash memory baru dan juga optimasi yang dilakukan oleh Toshiba. SG6 disebut akan menawarkan konsumsi daya lebih rendah 40% dari generasi SSD Toshiba sebelumnya.

Form Factor 2.5″ dan M.2

SSD SG6 ini akan hadir dalam form factor 2.5″ dan M.2. Sayangnya, untuk M.2, standar yang digunakan bukan NVMe, melainkan SATA saja. Toshiba menyebutkan bahwa SG6 ini akan tersedia dalam opsi kapasitas 256 GB, 512 GB, dan 1 TB SG6 ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang mendukung enkripsi dengan standar TGC Opal 2.01.

Prosesor Coffee Lake tampaknya akan resmi diperkenalkan Intel dalam bulan Agustus 2017 ini! Coffee Lake sendiri merupakan arsitektur yang digunakan oleh Core i 8th Generation, penerus dari Kaby Lake. Intel sudah menampilkan informasi resmi di situs mereka yang menunjukkan bahwa perkenalan prosesor Coffee Lake akan dilakukan tanggal 21 Agustus mendatang!

Intel Akan Perkenalkan Coffee Lake Tanggal 21 Agustus

Coffee Lake Siap Tahun 2017 Ini!

Intel menyebutkan secara spesifik bahwa Core i 8th Generation, atau Coffee Lake, akan siap untuk tahun 2017 ini. Acara perkenalan yang digelar ini tampaknya ditujukan untuk memberikan gambaran awal terkait performa dari Coffee Lake. Memang, dalam beberapa waktu terakhir ini, bocoran terkait Coffee Lake sudah mulai banyak beredar di Internet.[ads-post]Namun, Intel bisa jadi hanya akan memperkenalkan beberapa prosesor tertentu saja dari lini Core i 8th Generation ini. Berdasarkan gambar pendukung yang digunakan oleh Intel, Coffee Lake yang diperkenalkan tanggal 21 Agustus tersebut bisa jadi adalah varian untuk perangkat mobile. Prosesor untuk desktop mungkin aja baru akan diperkenalkan di kemudian hari. Hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

Intel Akan Perkenalkan Coffee Lake Tanggal 21 Agustus

Laptop Coffee Lake di Gamescom 2017?

Perkenalan Core i 8th Generation ini sesuai dengan jadwal salah satu acara akbar dunia, yaitu Gamescom 2017. Ada kemungkinan, laptop pertama dengan basis Coffee Lake akan muncul di acara tersebut, yang akan digelar di Cologne, Jerman, tanggal 22 – 26 Agustus. Mari kita lihat saja, apakah benar laptop Coffee Lake akan muncul di sana.

Beberapa waktu sebelumnya, Twitter akhirnya meresmikan fitur Night Mode pada Twitter Mobile yang bisa diinstal pada perangkat mobile bersistem operasi iOS maupun Android. Night Mode ini tentunya akan sangat membantu kepada para pengguna yang lebih menyukai penampilan gelap dan tidak terlalu silau bagi mereka. Dan sepertinya mode ini akan diajukan juga untuk versi desktop di masa yang akan datang.

Uji coba untuk memberikan Night Mode terhadap Twitter versi desktop tengah dimulai, seperti yang bisa dilihat pada gambar di mana penampilan Twitter menjadi lebih gelap dan mungkin akan lebih bisa diterima oleh sebagian penggunanya yang menyukai tema warna gelap pada situs media sosial tersebut.[ads-post]Tentu saja, uji coba ini masih sangat selektif dan belum semua pengguna sudah bisa menikmatinya. Tidak ada penjelasan yang signifikan maupun mendetil akan bagaimana Twitter memilih beberapa user untuk bisa melakukan uji coba terhadap fitur baru mereka untuk versi desktop tersebut. Namun demikian, jika Anda adalah pengguna Twitter dekstop yang sudah lama menunggu mode Night ini, tunggu saja tanggal mainnya hingga fitur ini hadir secara resmi nantinya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget